Detail
Presiden Donald Trump telah mengeluarkan peringatan keras kepada Iran, mengancam akan mengizinkan serangan terhadap infrastruktur sipil Iran jika Republik Islam terus menargetkan kapal di Selat Hormuz. Dalam unggahan di Truth Social pada Rabu, Trump menulis bahwa serangan Iran terhadap kapal di selat tersebut, baik dengan rudal, roket, drone, atau senjata lainnya, akan dibalas dengan pemboman AS terhadap jembatan atau pembangkit listrik, termasuk yang dekat atau di Teheran. Retorika presiden menandai eskalasi ketegangan atas jalur air strategis, yang dilalui sebagian besar pengiriman minyak global. Trump sebelumnya telah membuat ancaman serupa selama bulan-bulan awal perang, termasuk peringatan pada April bahwa 'seluruh peradaban akan mati,' meskipun kemudian ia mundur. Hukum internasional, khususnya Pasal 8 Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional, menganggap serangan terhadap warga sipil dan objek sipil yang tidak terlibat langsung dalam permusuhan sebagai kejahatan perang, meskipun AS bukan pihak dalam ICC. Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga telah meluncurkan upaya diplomatik untuk 'membongkar' ICC. Menurut Organisasi Maritim Internasional, pasukan Iran telah menyerang setidaknya selusin kapal di selat tersebut sejak 6 Juli. Ancaman ini menambah ketidakpastian pasar, berpotensi memengaruhi harga minyak dan selera risiko dalam perdagangan intraday, saat pedagang menilai risiko gangguan pasokan dari kawasan tersebut.
0
0
0
0