Detail
Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz telah turun hampir 50% minggu ini, menurut data terbaru, karena eskalasi konflik di Iran mengganggu jalur pengiriman minyak yang kritis. Harga minyak mentah Brent mendekati $92 per barel, menandakan potensi kejutan harga energi. Selat ini menangani sekitar seperlima konsumsi minyak global, menjadikan penurunan ini sebagai kekhawatiran signifikan bagi pasar energi. Para pedagang mengamati dengan cermat gangguan pasokan lebih lanjut, yang dapat mendorong harga minyak mentah lebih tinggi dan meningkatkan volatilitas di aset terkait energi. Situasi ini juga meningkatkan risiko bagi sentimen pasar yang lebih luas, karena harga minyak yang lebih tinggi dapat memicu kekhawatiran inflasi dan mempengaruhi nafsu risiko di seluruh ekuitas dan kripto.
0
0
0
0