Detail
Presiden Trump telah memperkenalkan syarat baru untuk kesepakatan nuklir dengan Arab Saudi, menuntut kerajaan tersebut bergabung dengan Abraham Accords dan menormalisasi hubungan dengan Israel. Persyaratan ini, yang diumumkan minggu ini, dapat menciptakan hambatan signifikan bagi kesepakatan yang sebelumnya diumumkan oleh pemerintahannya. Abraham Accords, yang dimediasi selama masa jabatan pertama Trump, melihat beberapa negara Arab menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi Arab Saudi sejauh ini menahan diri untuk bergabung. Kesepakatan nuklir, yang bertujuan menyediakan teknologi nuklir sipil bagi Arab Saudi, kini menghadapi potensi penundaan atau penggagalan karena Riyadh mungkin menolak tuntutan normalisasi. Para pelaku pasar mengamati perkembangan ini dengan saksama, karena ketidakpastian seputar kesepakatan dapat berdampak pada nafsu risiko dan volatilitas sektor energi. Syarat tambahan ini memperkenalkan lapisan geopolitik yang dapat memperpanjang negosiasi, berpotensi mempengaruhi harga minyak mentah dan stabilitas regional.
0
0
0
0